Insulin Basal – Insulin yang Bermanfaat untuk Pengidap Diabetes
Insulin adalah obat diabetes untuk mengontrol kadar gula darah. Sering kita dengar istilah insulin basal dan insulin prandial. Apa yang dimaksud dengan insulin basal? Dan bagaimana penggunaannya?
Apa itu insulin basal
Insulin basal adalah jenis insulin yang dirancang untuk mengontrol kadar gula darah sepanjang hari, terutama saat puasa dan antara waktu makan.
Tujuan utama insulin basal adalah untuk mempertahankan kadar gula darah puasa pada level yang normal.
Insulin Basal VS Insulin Prandial
Perbedaan utama antara insulin basal dan insulin prandial terletak pada fungsi, waktu penggunaan, dan durasi kerjanya.
1. Insulin Basal
Insulin ini berfungsi untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil sepanjang hari, terutama saat puasa dan di antara waktu makan.
Insulin basal membantu mengatur glukosa yang diproduksi oleh hati dan memastikan kadar gula darah tidak terlalu tinggi saat tidak ada asupan makanan. Contoh Insulin Basal:
a. Insulin Glargine (Lantus)
Merupakan insulin kerja panjang yang memiliki onset sekitar 1-2 jam dan durasi kerja hingga 24 jam.
Insulin ini tidak memiliki fase puncak, sehingga risiko hipoglikemia lebih rendah.
b. Insulin Detemir (Levemir)
Memiliki onset sekitar 1-2 jam dan durasi kerja juga mencapai 24 jam. Insulin ini sedikit lebih fleksibel dalam penjadwalan dibandingkan dengan insulin glargine.
c. Insulin Degludec (Tresiba)
Insulin jenis ini adalah insulin ultra-panjang yang dapat bertahan hingga 42 jam.
Insulin ini memungkinkan fleksibilitas dalam waktu penyuntikan dan juga memiliki risiko hipoglikemia yang rendah.
d. NPH (Neutral Protamine Hagedorn)
Merupakan insulin kerja menengah dengan onset 1-2 jam dan durasi kerja 10-16 jam. NPH sering kali diberikan dua kali sehari untuk mencukupi kebutuhan insulin basal.
2. Insulin Prandial
Sebaliknya, insulin prandial dirancang untuk mengontrol kadar gula darah setelah makan.
Insulin ini disekresikan saat makanan dikonsumsi, membantu mengatasi lonjakan glukosa yang terjadi setelah makan. Contoh Insulin Prandial:
a. Insulin Lispro (Humalog)
Insulin ini adalah insulin cepat-kerja yang mulai bekerja dalam 15 menit setelah injeksi, dengan durasi kerja sekitar 3-5 jam. Insulin ini digunakan sebelum makan untuk mengontrol lonjakan gula darah.
b. Insulin Aspart (NovoLog)
Memiliki onset yang sangat cepat, sekitar 10-20 menit, dan durasi kerja 3-5 jam. Ini juga digunakan sebelum makan untuk mengatasi kenaikan gula darah setelah makan.
c. Insulin Glulisine (Apidra)
Insulin ini merupakan insulin cepat-kerja dengan onset sekitar 10-15 menit dan durasi kerja sekitar 3-5 jam, cocok untuk digunakan sebelum atau segera setelah makan[4][6].
d. Insulin Regular (Humulin R, Novolin R)
Insulin ini merupakan insulin kerja pendek dengan onset 30 menit hingga 1 jam, dan durasi kerja sekitar 5-8 jam.
Insulin ini dapat digunakan sebelum makan untuk mengontrol kadar gula darah.
Cara Kerja Insulin Basal
Insulin basal bekerja dengan cara melepas insulin secara kontinu ke dalam sistem sirkulasi darah.
Hal ini yang membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil antara waktu makan dan puasa.
Proses ini mirip dengan cara kerja insulin basal alami yang diproduksi oleh pankreas, yaitu insulin yang disekresi secara terus menerus untuk mempertahankan kadar glukosa basal.
Manfaat insulin basal
Beberapa manfaat utama dari penggunaan insulin basal adalah:
1. Kontrol Gula Darah Puasa
Mempertahankan kadar gula darah puasa di bawah 100 mg/dl, yang sangat penting untuk mencegah komplikasi diabetes.
2. Memungkinkan Waktu Makan Fleksibel
Karena insulin basal memiliki durasi kerja yang panjang, pasien tidak perlu suntik insulin setiap kali makan, sehingga memudahkan pengaturan waktu makan.
Cara Memakai Insulin Basal
Cara menggunakan insulin basal biasanya dimulai dengan dosis kecil, seperti 10 unit/hari atau 0,15–0,20 unit/kg BB/hari, dan dititrasi secara bertahap hingga mencapai target glukosa darah yang diinginkan.
Insulin basal biasanya disuntikkan sekali atau dua kali sehari, tergantung pada jenisnya dan kebutuhan individual pasien.
Pastikan untuk melakukan monitoring kadar gula darah secara teratur untuk menyesuaikan dosis jika perlu.
Insulin basal hanya bisa diresepkan dan direkomendasikan oleh dokter.
Siapa yang Cocok Memakai Insulin Basal?
Orang yang coocok memakai insulin basal:
1. Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2
Pasien dengan diabetes tipe 2 yang memerlukan pengendalian gula darah sepanjang hari cocok menggunakan insulin basal.
2. Pasien Baru Mulai Menggunakan Insulin
Orang-orang yang baru mulai menggunakan insulin dan beralih dari obat oral juga dapat menggunakan insulin basal.
Pasien yang rentan terhadap hipoglikemia kronis mungkin tidak cocok menggunakan insulin basal karena potensinya untuk menyebabkan hipoglikemia yang berkepanjangan
Keputusan menggunakan insulin basal atau tidak akan ditentukan oleh dokter yang menangani pasien.
Kapan Momen yang Tepat untuk Memakai Insulin Basal?
Insulin basal sebaiknya digunakan saat:
1. Sebelum Tidur Malam
Dosis insulin basal sering diberikan sebelum tidur malam untuk memastikan kadar gula darah tetap stabil selama malam hari.
2. Pagi Hari
Beberapa pasien juga mendapatkan dosis insulin basal pagi hari untuk memenuhi kebutuhan insulin basal sepanjang hari.
Insulin basal sebaiknya tidak digunakan saat makan karena tujuannya adalah mengontrol gula darah antar waktu makan, bukan saat makan sendiri.
Konsultasikan dengan Dokter tentang Apakah Kamu Membutuhkan Insulin Basal
Insulin basal bisa saja dibutuhkan untuk pengobatan diabetes pada beberapa kasus. Insulin basal tidak digunakan pada semua level diabetes, tetapi kamu dapat mengoptimalkan pengobatan diabetes dengan insulin basal jika memang dibutuhkan dan terdapat indikasi.
Mulai periksa kadar gula darah berkala dan konsultasikan ke dokter untuk mengetahui obat diabetes yang tepat untukmu.
Rekomendasi Sirka
Jika kamu sedang punya gula darah tinggi atau diabetes, maka perlu pola makan untuk meredakan gejalanya serta mengontrol/menurunkan kadar gula darahnya. Kamu bisa mengikuti terapi diabetes di Sirka loh! Terapi ini akan didampingi oleh dokter dan nutrisionis. Ayo klik tautan ini untuk informasi selengkapnya tentang terapi diabetes di Sirka!
Klinik Sirka hadir untuk mengatasi masalah obesitas dan diabetes yang sedang kamu alami dan agar kamu bisa berkonsultasi secara offline. Klik tautan ini untuk informasi lebih lanjut tentang konsultasi dengan dokter di klinik Sirka ya!
*Saat ini klinik Sirka berlokasi di BSD. Lokasi: Ruko Northridge BSD Business Center, Jl Komp. BSD No.05 blok A3, Serpong, Kec. Pagedangan, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310