Apa saja Efek Gula Darah Tinggi pada Pria?
Gula darah tinggi disebabkan oleh beberapa faktor risiko, antara lain berat badan berlebih, kurangnya aktivitas fisik, gaya hidup tidak sehat, serta pola makan tidak sehat.
Gula darah tinggi pada pria dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti penyakit jantung, kerusakan saraf, dan masalah kesuburan atau reproduksi.
Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih jauh efek gula darah tinggi pada pria, cara mencegahnya, serta kapan waktu yang tepat untuk berkonsultasi dengan dokter.
Efek Gula Darah Tinggi pada Pria dan Sistem Reproduksinya
Gula darah tinggi dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah. Kerusakan pembuluh darah bisa terjadi pada semua organ tubuh. Akibatnya, fungsi organ tubuh bisa terganggu dan menyebabkan berbagai komplikasi.
Pada pria, komplikasi yang bisa terjadi meliputi berbagai penyakit kronis dan gangguan reproduksi. Berikut berbagai efek gula darah tinggi pada pria:
1. Disfungsi Ereksi
Tingginya kadar gula darah dapat merusak pembuluh darah dan saraf, termasuk yang berperan dalam proses ereksi. Kondisi ini dikenal sebagai disfungsi ereksi atau sering juga disebut impotensi.
Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan untuk mendapatkan dan mempertahankan ereksi sehingga mengganggu hubungan seksual. Ereksi terjadi karena perubahan aliran darah pada penis. Jika pembuluh darah rusak akibat gula darah tinggi, maka dapat terjadi disfungsi ereksi.
2. Penurunan Kualitas Sperma
Metabolisme glukosa adalah salah satu faktor penting dalam pembentukan sperma. Penelitian menunjukkan bahwa pria yang menderita diabetes berisiko lebih tinggi mengalami gangguan kesuburan.
Gula darah tinggi dapat menyebabkan mengganggu fungsi testis sehingga produksi sperma terganggu. Tak hanya itu, gula darah tinggi juga dapat merusak DNA sperma. Dengan begitu kualitas sperma akan menurun dan menyebabkan gangguan kesuburan pria.
3. Penurunan Gairah Seksual
Gula darah tinggi dan resistensi insulin berhubungan dengan produksi hormon testosteron. Salah satu fungsi hormon testosteron adalah untuk mengatur libido.
Penelitian menunjukkan bahwa penderita diabetes memiliki risiko lebih besar mengalami penurunan kadar hormon testosteron. Hal ini menyebabkan penurunan gairah seksual pada pria.
4. Kerusakan Saraf (Neuropati)
Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan saraf atau neuropati diabetik. Kondisi ini dapat memengaruhi area genital sehingga mengurangi sensitivitas dan mengganggu fungsi seksual.
Cara Mencegah Gula Darah Tinggi
Pencegahan gula darah tinggi membutuhkan perubahan gaya hidup menjadi gaya hidup sehat dan harus dilakukan secara konsisten. Berikut beberapa cara mencegah gula darah tinggi:
1. Pola Makan Sehat
Pilih makanan yang rendah gula dan tinggi serat. Untuk sumber karbohidrat, pilih karbohidrat kompleks yang akan membuat kenyang lebih lama dan tidak menyebabkan gula darah cepat naik. Perbanyak konsumsi sayur, buah, biji-bijian, dan protein tanpa lemak.
2. Rutin Berolahraga
Aktivitas fisik dan olahraga membantu tubuh mengontrol kadar gula darah. Lakukan olahraga aerobik seperti jogging, berenang, atau bersepeda setidaknya 150 menit per minggu.
3. Mengontrol Berat Badan
Obesitas merupakan salah satu faktor risiko hiperglikemia. Menurunkan berat badan dapat mengurangi risiko resistensi insulin dan gula darah tinggi.
4. Memeriksa Kesehatan Secara Rutin
Lakukan pemeriksaan gula darah secara rutin misalnya setiap bulan. Hal ini membantu mendeteksi dini jika gula darah mulai naik sehingga dapat dilakukan penanganan lebih cepat.
Cara Mengatasi Gula Darah Tinggi
Jika kadar gula darah sudah tinggi maka perlu usaha lebih untuk mengatasinya dan mengembalikan kadar gula darah menjadi normal. Berikut beberapa cara yang bisa kamu terapkan:
1. Menerapkan Diet yang Sesuai
Konsultasikan dengan dokter atau nutrisionis untuk pola makan yang tepat untuk menurunkan kadar gula darah. Dengan konsultasi ke ahlinya, kamu akan mendapatkan rekomendasi menu yang sesuai dengan kebutuhan tubuhmu.
2. Rutin Berolahraga
Aktivitas fisik dapat menurunkan kadar gula darah secara alami dengan meningkatkan sensitivitas insulin.
3. Konsumsi Obat Sesuai Resep Dokter
Jika diperlukan, dokter dapat meresepkan obat untuk membantu mengontrol gula darah. Konsumsi obat sesuai dengan anjuran dan resep dokter.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter jika kamu mengalami beberapa kondisi di bawah:
- Gejala gula darah tinggi seperti sering haus, sering buang air kecil, kelelahan, atau penglihatan kabur.
- Disfungsi ereksi dan penurunan gairah seksual yang berlangsung lebih dari beberapa minggu.
- Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
- Luka yang sulit sembuh bahkan bertambah lebar.
- Gejala komplikasi lain seperti mati rasa pada tangan atau kaki.
Rekomendasi Sirka
Jika kamu sedang punya gula darah tinggi atau diabetes, maka perlu pola makan untuk meredakan gejalanya serta mengontrol/menurunkan kadar gula darahnya. Kamu bisa mengikuti terapi diabetes di Sirka loh! Terapi ini akan didampingi oleh dokter dan nutrisionis. Ayo klik tautan ini untuk informasi selengkapnya tentang terapi diabetes di Sirka!
Klinik Sirka hadir untuk mengatasi masalah obesitas dan diabetes yang sedang kamu alami dan agar kamu bisa berkonsultasi secara offline. Klik tautan ini untuk informasi lebih lanjut tentang konsultasi dengan dokter di klinik Sirka ya!
*Saat ini klinik Sirka berlokasi di BSD. Lokasi: Ruko Northridge BSD Business Center, Jl Komp. BSD No.05 blok A3, Serpong, Kec. Pagedangan, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310