Today:Sunday, 6 April 2025
konsultasi hipertensi

Konsultasi Hipertensi – Siapa yang Cocok, Waktu Terbaik, dan Prosedurnya

Konsultasi Hipertensi – Siapa yang Cocok, Waktu Terbaik, dan Prosedurnya

Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering kali disebut sebagai “silent killer” karena gejalanya yang tidak selalu terasa, tetapi dapat menyebabkan komplikasi serius. Jika kamu memiliki riwayat hipertensi atau tekanan darahmu sering kali tidak stabil, langkah terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter. Namun, kapan waktu yang tepat untuk memulai konsultasi? Dan dokter spesialis apa yang sebaiknya kamu temui?

Apa Itu Konsultasi Hipertensi?

Konsultasi hipertensi adalah pemeriksaan tekanan darah untuk mendiagnosis hipertensi atau tekanan darah tinggi. Pemeriksaan ini dilakukan oleh dokter dengan menggunakan alat tensimeter atau sphygmomanometer. 

Untuk mendapatkan hasil yang akurat, kamu perlu duduk tenang dan rilekskan lengan saat dokter mengukur tekanan darah. Tekanan darah diukur dalam milimeter merkuri (mmHg) dan terdiri dari dua angka, yaitu sistolik dan diastolik: 

  • Sistolik adalah tekanan di pembuluh darah saat jantung berkontraksi.
  • Diastolik adalah tekanan di pembuluh darah saat jantung beristirahat di antara detak jantung.

Tekanan darah normal adalah di bawah 120/80 mmHg. Hipertensi terjadi ketika tekanan darah sistolik lebih dari atau sama dengan 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik lebih dari atau sama dengan 90 mmHg. 

Selain pemeriksaan tekanan darah, dokter juga akan melakukan anamnesis atau wawancara medis untuk menanyakan gejala dan riwayat kesehatan pasien. 

Jika tekanan darahmu berada pada kisaran prehipertensi, dokter mungkin menyarankan untuk mengubah gaya hidup, seperti berolahraga, untuk mengendalikan tekanan darah. 

Kapan Waktu yang Tepat untuk Konsultasi Hipertensi?

1. Tekanan Darah di Atas Normal Secara Konsisten

Tekanan darah normal berkisar di angka 120/80 mmHg. Jika hasil pengukuran sering kali lebih tinggi dari angka ini, bahkan saat sedang beristirahat, segera konsultasikan ke dokter.

2. Gejala yang Mengkhawatirkan

Meski hipertensi sering tidak menimbulkan gejala, ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai, seperti sakit kepala berat, pusing, nyeri dada, atau penglihatan kabur. Gejala-gejala ini bisa menjadi tanda tekanan darahmu berada di level berbahaya.

3. Riwayat Keluarga dengan Hipertensi

Jika anggota keluargamu memiliki riwayat hipertensi atau penyakit jantung, risiko untuk mengalami tekanan darah tinggi juga lebih besar. Konsultasi dini dapat membantu mencegah komplikasi di kemudian hari.

4. Kehamilan dengan Tekanan Darah Tinggi

Wanita hamil yang mengalami hipertensi perlu mendapatkan perhatian khusus. Kondisi ini, yang dikenal sebagai hipertensi gestasional, bisa membahayakan ibu dan janin jika tidak ditangani dengan baik.

5. Pemeriksaan Rutin untuk Cek Kesehatan

Bahkan jika kamu tidak memiliki gejala atau riwayat hipertensi, melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin adalah langkah yang bijak. Ini penting untuk mendeteksi hipertensi sejak dini, sebelum menimbulkan masalah yang lebih serius.

Kenapa penting untuk melakukan konsultasi hipertensi? Sebab, Mengabaikan hipertensi dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti penyakit jantung, stroke, kerusakan ginjal, hingga gangguan penglihatan. Dengan berkonsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam, kamu dapat memulai langkah pencegahan dan pengelolaan yang tepat sejak dini.

Dokter tidak hanya memberikan obat, tetapi juga membantumu dalam merancang pola hidup sehat, seperti mengatur pola makan, aktivitas fisik, dan manajemen stres. Semua ini akan membantumu dalam menjaga tekanan darah tetap stabil dan mengurangi risiko komplikasi jangka panjang.

Ke Dokter Apa untuk Melakukan Konsultasi Hipertensi?

Jika ingin konsultasi mengenai hipertensi, kamu dapat mengunjungi dokter spesialis penyakit dalam atau dokter spesialis ginjal dan hipertensi (Sp.PD-KGH): 

1. Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Dapat memberikan informasi dan konsultasi mengenai hipertensi. 

2. Dokter Spesialis Ginjal dan Hipertensi

Dapat menangani berbagai masalah kesehatan terkait ginjal dan tekanan darah tinggi, seperti hipertensi, batu ginjal, dan gagal ginjal akut atau kronis. 

Dokter spesialis ginjal dan hipertensi terbagi menjadi dua, yaitu untuk dewasa (di atas 18 tahun) dan anak (usia 0–18 tahun). 

Kamu juga dapat melakukan telekonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam untuk berkonsultasi mengenai hipertensi. 

Apa Saja yang Dilakukan saat Konsultasi Hipertensi?

1. Pengukuran Tekanan Darah

  • Ini adalah langkah pertama dan terpenting. Dokter akan mengukur tekanan darahmu menggunakan alat yang disebut tensimeter.
  • Pengukuran biasanya dilakukan dua kali atau lebih untuk mendapatkan hasil yang akurat.
  • Kamu akan diminta duduk tenang dengan kaki tidak menyilang dan lengan disandarkan.

2. Wawancara Medis (Anamnesis)

  • Dokter akan menanyakan riwayat kesehatanmu dan keluarga, termasuk:
    • Riwayat penyakit hipertensi dalam keluarga.
    • Penyakit lain yang kamu derita, seperti diabetes, penyakit ginjal, atau penyakit jantung.
    • Obat-obatan yang sedang kamu konsumsi.
    • Gaya hidupmu, seperti kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, pola makan, dan aktivitas fisik.
    • Gejala yang kamu rasakan, seperti sakit kepala, pusing, sesak napas, atau nyeri dada.

3. Pemeriksaan Fisik:

  • Selain mengukur tekanan darah, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik umum, seperti:
    • Mendengarkan detak jantung dan paru-paru.
    • Memeriksa mata untuk melihat adanya perubahan pada pembuluh darah retina.
    • Meraba denyut nadi di beberapa bagian tubuh.

4. Pemeriksaan Penunjang (Jika Diperlukan):

  • Jika dokter mencurigai adanya penyebab atau komplikasi hipertensi, beberapa pemeriksaan penunjang mungkin akan direkomendasikan, seperti:
    • Tes darah: Untuk memeriksa fungsi ginjal, kadar gula darah, kolesterol, dan elektrolit.
    • Tes urine: Untuk memeriksa fungsi ginjal dan mendeteksi adanya protein atau sel darah dalam urine.
    • Elektrokardiogram (EKG): Untuk merekam aktivitas listrik jantung dan mendeteksi adanya gangguan irama jantung atau kerusakan jantung.
    • Ekokardiografi: Untuk melihat struktur dan fungsi jantung menggunakan gelombang suara.
    • Pemeriksaan mata (funduskopi): Untuk melihat kondisi pembuluh darah di retina.

5. Diagnosis dan Rencana Penanganan:

  • Setelah semua informasi terkumpul, dokter akan mendiagnosis kondisi dan menjelaskan hasilnya.
  • Jika kamu didiagnosis hipertensi, dokter akan menyusun rencana penanganan yang tepat, yang mungkin meliputi:
    • Perubahan gaya hidup, seperti diet sehat, olahraga teratur, berhenti merokok, dan mengurangi konsumsi alkohol.
    • Pemberian obat-obatan antihipertensi.
    • Pemantauan tekanan darah secara berkala.
    • Edukasi tentang hipertensi dan cara mengelolanya.

Hal Penting yang Perlu Diperhatikan:

  • Persiapan sebelum konsultasi: Catat semua gejala yang kamu rasakan, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, dan pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Keterbukaan: Berikan informasi yang jujur dan lengkap kepada dokter agar diagnosis dan penanganan dapat dilakukan dengan tepat.
  • Aktif bertanya: Jangan ragu untuk bertanya kepada dokter jika ada hal yang kurang jelas.
  • Kepatuhan: Ikuti anjuran dokter dengan disiplin, baik dalam perubahan gaya hidup maupun konsumsi obat-obatan.

Dengan melakukan konsultasi hipertensi secara rutin dan mengikuti anjuran dokter, kamu dapat mengendalikan tekanan darah dan mencegah komplikasi yang lebih serius.

Rekomendasi Sirka

Klinik Sirka hadir untuk mengatasi masalah tekanan darahmu. Jika tekanan darahmu naik atau kamu sedang mengalami prehipertensi atau hipertensi, maka kamu bisa berkonsultasi dengan dokter di klinik Sirka untuk konsultasi hipertensi.

Yuk selesaikan masalah tekanan darahmu dengan berkonsultasi dengan dokter di klinik Sirka. Klik tautan ini untuk booking jadwal dokter klinik Sirka untuk konsultasi hipertensi!

*Saat ini klinik Sirka berlokasi di BSD. Lokasi: Ruko Northridge BSD Business Center, Jl Komp. BSD No.05 blok A3, Serpong, Kec. Pagedangan, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310

Share