Today:Sunday, 6 April 2025
obesitas sentral

Obesitas Sentral – Faktor Risiko, Gejala, Dampak, dan Cara Mengatasinya

Obesitas Sentral – Faktor Risiko, Gejala, Dampak, dan Cara Mengatasinya

Obesitas terjadi ketika lemak tubuh menumpuk secara berlebihan hingga dapat mengganggu kesehatan. Salah satu jenis obesitas yang perlu mendapat perhatian lebih adalah obesitas sentral, yang ditandai dengan penumpukan lemak di area perut. Jenis obesitas ini sering dikaitkan dengan risiko kesehatan yang lebih serius, loh, Teman Sirka!

Yuk, kita bahas apa itu obesitas sentral, perbedaannya dengan obesitas biasa, faktor risiko, gejala, dampaknya, serta cara pencegahan dan mengatasinya.

Apa Itu Obesitas Sentral?

Obesitas sentral, atau yang sering disebut obesitas abdominal, adalah kondisi ketika lemak menumpuk secara berlebihan di area perut, terutama di sekitar organ-organ dalam tubuh, seperti hati, pankreas, dan usus. Jenis lemak ini dikenal sebagai lemak visceral dan terletak lebih dalam di rongga perut, berbeda dengan lemak subkutan yang berada tepat di bawah kulit. Karena letaknya yang dekat dengan organ vital, lemak visceral berpotensi lebih berbahaya dan meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan serius dibandingkan lemak subkutan.

Perbedaan Obesitas Sentral dengan Obesitas Biasa

Obesitas biasa merujuk pada penumpukan lemak yang terjadi secara merata di seluruh tubuh. Sementara itu, obesitas sentral lebih fokus pada penumpukan lemak di area perut. 

Salah satu cara untuk membedakan keduanya adalah dengan mengukur rasio lingkar pinggang terhadap pinggul (waist-to-hip ratio). Rasio lebih dari 0,9 pada pria dan lebih dari 0,85 pada wanita menunjukkan adanya risiko obesitas sentral. Alternatif yang lebih sederhana adalah dengan mengukur lingkar perut. Obesitas sentral dapat diidentifikasi jika lingkar perut melebihi 90 cm pada pria atau 80 cm pada wanita.

Faktor Risiko Obesitas Sentral

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko obesitas sentral meliputi:

1. Gaya Hidup

Pola makan yang tidak sehat dan gaya hidup yang kurang aktif merupakan faktor risiko utama dalam perkembangan obesitas sentral karena keduanya berperan langsung dalam proses penumpukan lemak di area perut.

2. Genetik

Faktor keturunan juga berperan dalam kecenderungan seseorang untuk menumpuk lemak di area perut. Beberapa orang mungkin mewarisi kecenderungan genetik untuk menyimpan lemak di perut, sehingga meningkatkan risiko penumpukan lemak visceral.

3. Usia & Hormon

Seiring bertambahnya usia, perubahan hormon dan penurunan massa otot membuat tubuh lebih mudah menyimpan lemak di perut. Penurunan estrogen pada wanita setelah menopause dan penurunan testosteron pada pria  memengaruhi penumpukan lemak abdominal. 

4. Stres

Stres, terutama yang berlangsung dalam jangka panjang, dapat memperburuk obesitas. Kondisi stres dapat memengaruhi tubuh dengan meningkatkan nafsu makan, terutama untuk makanan tinggi gula dan lemak, serta mendorong penumpukan lemak di area perut. Pada beberapa orang, respons tubuh terhadap stres ini bisa lebih kuat, sehingga dapat meningkat risiko terjadinya obesitas sentral.

Gejala Obesitas Sentral

Gejala utama obesitas sentral adalah peningkatan ukuran lingkar perut yang dapat terlihat dengan jelas. Beberapa gejala lainnya yang mungkin muncul antara lain:

  1. Perut yang membesar, terutama di bagian tengah tubuh.
  2. Kelelahan atau rasa tidak nyaman di area perut.
  3. Penurunan massa otot pada area tubuh lainnya.

Namun, gejala obesitas sentral terkadang tidak langsung terlihat pada tahap awal, sehingga penting untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut agar kondisi ini dapat terdeteksi lebih dini.

Dampak Obesitas Sentral

Obesitas sentral dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit serius, antara lain:

1. Penyakit Kardiovaskular

Obesitas sentral dikaitkan dengan peningkatan kejadian faktor risiko yang berhubungan dengan penyakit kardiovaskular karena lemak yang menumpuk di area perut, terutama lemak visceral (yang berada di sekitar organ internal), dapat memengaruhi beberapa proses tubuh yang berbahaya bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

2. Diabetes Tipe 2

Penumpukan lemak di sekitar perut menyebabkan resistensi insulin. Akibatnya, tubuh menjadi kurang responsif terhadap insulin, serta terjadi disfungsi sel β di pankreas yang berperan dalam produksi insulin. Kedua kondisi ini memperburuk pengaturan kadar gula darah, sehingga meningkatkan risiko terjadinya diabetes tipe 2.

3. Stroke

Obesitas sentral meningkatkan risiko stroke karena penumpukan lemak di perut memengaruhi tekanan darah dan pembuluh darah. Lemak visceral yang menumpuk dapat memperburuk elastisitas pembuluh darah, meningkatkan risiko aterosklerosis, yang dapat menyumbat aliran darah dan memicu stroke.

4. Gangguan Pernapasan

Penumpukan lemak di area perut dapat memberi tekanan pada paru-paru, mengurangi kapasitas paru-paru untuk mengembang secara optimal. Hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit pernapasan

5. Kanker

Obesitas dapat meningkatkan risiko kanker dengan cara mengurangi kemampuan tubuh untuk melawan tumor dan juga mengubah kondisi jaringan di sekitar tumor yang sedang berkembang. Jaringan yang berubah ini dapat memengaruhi cara tumor tumbuh dan berkembang, sehingga lebih mudah berkembang menjadi kanker.

Cara Mencegah Obesitas Sentral

Beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah obesitas sentral melalui memperbaiki gaya hidu:

1. Pola Makan Seimbang

Konsumsi makanan bergizi dengan porsi seimbang, serta kurangi asupan makanan tinggi gula dan lemak jenuh.

2. Aktivitas Fisik Teratur

Olahraga seperti jalan kaki, berlari, atau latihan kekuatan yang dilakukan secara teratur sangat efektif untuk membakar kalori dan mengurangi lemak tubuh, termasuk lemak di area perut.

3. Tidur yang Cukup

Tidur yang cukup akan membantu tubuh mengatur hormon dengan lebih baik, mencegah peningkatan berat badan yang tidak diinginkan, dan mengurangi risiko obesitas sentral.

4. Kelola Stres

Teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga dapat membantu menurunkan kadar hormon kortisol, sehingga tubuh dapat mengatasi stres dengan lebih baik dan mengurangi dampaknya terhadap berat badan

Cara Mengatasi Obesitas Sentral

Beberapa langkah berikut dapat membantu mengatasinya obesitas sentral:

1. Perubahan Pola Makan

Kurangi asupan kalori dengan memilih makanan yang padat gizi, seperti sayur, buah, protein tanpa atau rendah lemak, dan biji-bijian utuh. Hindari makanan olahan serta makanan tinggi gula dan lemak jenuh.

2. Latihan Kardio dan Kekuatan

Kombinasi kardio dan latihan kekuatan akan membantu pembakaran kalori dan pengurangan lemak tubuh, serta memperkuat otot tubuh. 

3. Kelola Stres

Coba praktekkan teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga. Selain itu, pastikan tidur yang cukup untuk membantu menjaga keseimbangan hormon.

4. Pantau Kesehatan

Lakukan pemeriksaan rutin untuk memantau tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol. Langkah ini penting untuk mencegah komplikasi yang berhubungan dengan obesitas sentral, seperti penyakit jantung atau diabetes.

5. Konsultasi Bersama Professional

Diskusikan pola makan dengan nutrisionis untuk mendapatkan rencana diet yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Pendekatan yang terarah dapat membuat usaha menurunkan obesitas sentral lebih efektif.

Rekomendasi Sirka

Jika kamu mengalami obesitas sentral, maka disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter dan nutrisionis.

Untuk mendapatkan pengobatan yang tepat serta dalam pengawasan, kamu bisa ikut program medication yang menggabungkan perawatan medis (terapi obat) dengan pendampingan pola makan dan olahraga untuk membantu kamu menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan metabolisme. 

Kamu akan mendapatkan panduan dari dokter dan nutrisionis Sirka untuk memantau dan membantu selama program untuk bisa menurunkan berat badan dan mencapai body goals impianmu. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

Klinik Sirka hadir untuk mengatasi masalah obesitas dan diabetes yang sedang kamu alami dan agar kamu bisa berkonsultasi secara offline. Klik tautan ini untuk informasi lebih lanjut tentang konsultasi dengan dokter di klinik Sirka ya! 

Share