Kerupuk kulit sering kali menjadi camilan favorit karena teksturnya yang renyah dan rasa gurih. Namun, bagi kamu yang memiliki diabetes, mungkin muncul pertanyaan: Apakah kerupuk kulit aman dikonsumsi? Mari kita bahas lebih lanjut!
Indeks Glikemik (IG) adalah ukuran yang menunjukkan seberapa cepat makanan meningkatkan kadar gula darah. Makanan dengan IG tinggi bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat, sementara makanan dengan IG rendah lebih aman bagi penderita diabetes.
Kerupuk kulit umumnya terbuat dari kulit sapi atau ikan yang dikeringkan dan digoreng hingga renyah. Berbeda dengan makanan berbasis tepung, kerupuk kulit hampir tidak mengandung karbohidrat, sehingga indeks glikemiknya tergolong rendah. Namun, bukan berarti kamu bisa mengonsumsinya tanpa batas.
Komposisi utama kerupuk kulit:
Berikut adalah kandungan gizi dalam 100 gram kerupuk kulit:
Kalori | 563 kcal | Karbohidrat | 0,2 g |
Protein | 61 g | Indeks Glikemik | 0 |
Lemak | 35 g | Natrium | 800-1200 mg |
Dari data ini, terlihat bahwa kerupuk kulit kaya protein, hampir bebas karbohidrat, tetapi tinggi lemak dan natrium. Kandungan natrium yang berlebihan dapat meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit jantung, yang sering kali juga menjadi perhatian bagi penderita diabetes.
Meskipun IG kerupuk kulit rendah, ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan:
Kerupuk kulit sering kali digoreng dalam minyak yang mengandung lemak jenuh. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan resistensi insulin dan resiko komplikasi diabetes.
Kandungan garam yang tinggi dalam kerupuk kulit bisa meningkatkan tekanan darah dan memperburuk risiko kardiovaskular pada penderita diabetes.
Beberapa produk kerupuk kulit mengandung MSG atau bahan tambahan lain yang bisa memicu respons tubuh yang kurang baik, termasuk lonjakan tekanan darah atau peradangan.
Agar tetap bisa menikmati kerupuk kulit tanpa membahayakan kesehatan, berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan:
Konsumsi dalam jumlah kecil untuk menghindari asupan lemak dan natrium yang berlebihan.
Beberapa produsen menawarkan kerupuk kulit dengan kadar garam yang lebih rendah.
Pilih kerupuk kulit yang dipanggang daripada digoreng untuk mengurangi kandungan lemak.
Menyantap kerupuk kulit bersama sayuran dapat membantu mengurangi penyerapan lemak.
Kerupuk kulit masih boleh dimakan oleh penderita diabetes, tetapi dalam jumlah terbatas dan dengan pemilihan produk yang tepat. Selalu perhatikan kandungan natrium dan lemaknya agar tidak memicu masalah kesehatan lainnya.
Jika setelah mengkonsumsi kerupuk kulit kamu mengalami gejala seperti:
Maka sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kondisi kesehatanmu tetap aman.
Jika kamu sedang punya gula darah tinggi atau diabetes, maka perlu pola makan untuk meredakan gejalanya serta mengontrol/menurunkan kadar gula darahnya. Kamu bisa mengikuti terapi diabetes di Sirka loh! Terapi ini akan didampingi oleh dokter dan nutrisionis. Ayo klik tautan ini untuk informasi selengkapnya tentang terapi diabetes di Sirka!
Klinik Sirka hadir untuk mengatasi masalah obesitas dan diabetes yang sedang kamu alami dan agar kamu bisa berkonsultasi secara offline. Klik tautan ini untuk informasi lebih lanjut tentang konsultasi dengan dokter di klinik Sirka ya!
*Saat ini klinik Sirka berlokasi di BSD. Lokasi: Ruko Northridge BSD Business Center, Jl Komp. BSD No.05 blok A3, Serpong, Kec. Pagedangan, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310
Apakah Penderita Diabetes Boleh Makan Rambutan? Ini Jawabannya! Rambutan, buah tropis berbulu dengan rasa manis…
Apakah Penderita Diabetes Boleh Makan Durian? Ini Jawabannya! Durian, si "King of Fruits" dengan aroma…
7 Tips Makan di Luar untuk Penderita Diabetes - Tetap bisa Makan Enak! Pasti ada…
Sering Mengantuk karena Diabetes? Ini Penyebab dan Solusinya! Pernahkah kamu merasa mengantuk terus-menerus meskipun sudah…
Memperingati Hari Perempuan Internasional, Sirka Meluncurkan Panel Lab Test Khusus untuk Perempuan Dalam rangka memperingati…
Apakah Penderita Diabetes Boleh Makan Ayam Bakar? Ini Jawabannya! Siapa sih yang bisa menolak ayam…